Islamedia - Sumbar terus bertekad meningkatkan produksi pangan. Tahun 2011 produksi padi ditargetkan naik 100 ribu ton atau naik kurang dari 5 persen dari produksi tahun 2010 sebanyak 2,21 juta ton.
”Dengan kenaikan sebesar itu, pada tahun 2011 ini produksi padi kita bisa mencapai 2,3 juta ton gabah kering giling,” ucap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pada saat pembukaan rapat Koordinasi Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dalam rangka Menghadapi Dampak Perubahan Tanaman Pangan Sumbar, Rabu, 2 Februari 2011.
Selain Dinas Pertanian dan Badan Penyuluhan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, hadir pada rapat ini Kepala Bulog Sumbar, Kepala BPS Sumbar, Kepala BPTP Sumbar, Ir. Prama Yufdi dan Kepala BMG Sumbar.
Gubernur menegaskan, upaya menaikkan produksi padi merupakan usaha untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Sumbar dan juga mampu berkontribusi pada penyediaan pangan nasional.
”Kita Sumatera Barat memang diminta oleh pemerintah pusat untuk berkontribusi dalam penyediaan pangan ini,” ucap Gubernur.
Dia mengatakan, soal ketersediaaan pangan merupakan masalah yang amat penting bagi sebuah negara. Banyak negara yang pemerintahannya runtuh karena tidak mampu menyediakan pangan masyarakatnya.
”Karena itu sebagai pemimpin Sumbar zolim saya kalau tidak memprioritaskan perhatian pada sektor pertanian dan petani,” tegas Gubernur.
Dia menambahkan, untuk meningkatkan produksi padi, bersama dinas terkait, pemerintah Sumbar telah menyiapkan berbagai program. Diantaranya melalui bantuan benih dan pupuk, perbaikan irigasi dan optimalisasi lahan sawah.
”Saya marah kalau mendengar ada SKPD yang tidak bisa membelanjakan dana untuk perbaikan sarana pertanian ini,” ucapnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar